Selasa, 10 November 2020

PERLUNYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI MASA PENDEMIC COVID-19

   Latar Belakang Masalah.

              Kegiatan belajar dari rumah terkadang membuat tingkat keaktifan siswa dalam proses belajar menjadi rendah sehingga sangat berpengaruh dalam kegiatan Proses Belajar Mengajar dan ini merupakan hal yang sering ditemukan dan dialami dalam kegiatan belajar mengajar di masa Pandemik Covid-19. Masalah tersebut merupakan hal yang akan menghambat  tercapainya suatu keberhasilan dalam proses pembelajaran. Dengan kurang aktifnya siswa dalam Proses Belajar Mengajar dapat mengakibatkan beberapa hal yang kemungkinan dapat merugikan berbagai pihak. Bagi siswa sendiri, selain kurang terlatih dalam belajar secara mandiri, juga  dapat mengakibatkan kejenuhan ketika dalam kegiatan belajar mengajar, atau bahkan mengakibatkan kurangnya ilmu pengetahuan yang dapat ditransfer oleh siswa sendiri. Sementara itu di lain pihak guru juga akan merasakan hal yang kurang baik, selain merasakan keragu-raguan apakah materi yang diberikannya sudah cukup diterima atau sebaliknya tidak dapat dimengerti oleh para siswa, juga hal lain, bagi guru yang suka membutuhkan dorongan – dorongan, motivasi waktu menyampaikan materi akan terhambat, sebab dorongan dari siswa sendiri tidak ada, guru akan lebih termotivasi dalam kegiatan belajar secara daring maupun luring jika siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran.

              Jika masa Pandemik ini masih berlanjut dalam waktu yang lama, tentunya akan sangat mempengaruhi keadaan Pendidikan yang ada di negara ini. Kekuatiran akan keadaan peserta didik yang berpikir masa bodoh akan meningkat, disisi yang lain ada guru yang kurang memahami akan Teknologi Informasi dan Komunikasi tidak dapat berbuat lebih. Oleh karena itu penanganan masalah ini sangat mendesak agar nilai pendidikan dapat meningkat dimasa Pandemik Covid-19.

              Untuk itu perlu memahami secara cermat bahwa faktor penyebab terjadinya hal ini sangat banyak, maka perlu mengadakan suatu penelitian dimana letak penghambat itu berada.

              Hal utama yang harus dilakukan adalah mengadakan penambahan metode pembelajaran atau mengadakan suatu perubahan metode pembelajaran, misalnya dengan mencoba menggunakan metode presentasi secara daring. Dengan menggunakan metode presentasi ini sangat dirasakan akan lebih memicu dan memberikan rangsang terhadap siswa untuk aktif karena akan adanya keterpaksaan yang muncul secara otomatis yaitu karena merasa malu oleh siswa lain jika siswa tidak mampu untuk mempresentasikan materi tersebut, atau siswa tersebut akan dipaksa untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam menghadapi pertanyaan – pertanyaan yang diberikan oleh siswa lain. Untuk kegiatan Presentasi secara Daring, guru bisa memanfaatkan media informasi yang ada seperti Zoom Meeting, Google Meet, Microsoft Teams, WhatsApp Grup, dan media lainnya yang tersedia.

 

       Identifikasi Masalah.

              Dari hasil pengamatan selama kegiatan belajar dimasa pandemic baik secara daring maupu luring, ternyata begitu banyak permasalahan yang di temui, sebagaimana surat edaran Pemerintah yang dikeluarkan pada tanggal 7 Agustur 2020 tentang Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19.

Kendala dari guru:

1.      Kesulitan mengelolah PJJ dan cenderung fokus pada penuntasan Kurikulum

2.      Waktu pembelajaran berkurang sehingga guru tidak mungkin memenuhi beban jam mengajar

3.      Guru kesulitan komunikasi dengan orang tua sebagai mitra di rumah

4.      Akses ke sumber belajar (baik karena masalah jangkauan listrik/internet) maupun dana untuk aksesnya

Kendala orang tua:

1.      Tidak semua orang tua mampu mendampingi anak belajar di rumah karena ada tanggung jawab lainnya (kerja, urus rumah, dsb)

2.      Kesulitan orang tua dalam memahami pelajaran dan memotivasi anak saat mendampingi belajar di rumah

Kendala siswa:

1.      Siswa kesulitan konsentrasi belajar dari rumah dan mengeluhkan beratnya penugasan soal dari guru

2.      Peningkatan rasa stress dan jenuh akibat isolasi berkelanjutan berpotensi menimbulkan rasa cemas dan depresi bagi anak.

       Pembatasan Masalah.

Dari sekian banyak permasalahan yang ada, dalam penulisan artikel penulis hanya memfokuskan pada salah satu permsalahn saja, yaitu Peningkatan rasa stress dan jenuh akibat isolasi berkelanjutan berpotensi menimbulkan rasa cemas dan depresi bagi anak.

       Rumusan Masalah.

Pada umumnya para siswa yang sudah berada pada tingkat SMP, khususnya kelas VIII dapat lebih aktif dan agresif dalam pembelajaran dikarenakan tingkat kedewasaan mereka sudah lebih tinggi jika dibanding dengan keadaan waktu berada di tingkat Sekolah Dasar, akan tetapi pada kenyataannnya para siswa tidak dapat menunjukkan sikap aktif dan agresif karena kegiatan pembelajaran tidak bisa dilaksanakan di sekolah.

              Permasalahan ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

1.      Apa yang menjadi kendala siswa dalam kegiatan belajar di masa pandemic?

2.      Bagaimana memotivasi siswa untuk terlibat aktif, agresif maupun kreatif dalam kegaitan belajar dimasa pandemic?

3.      Apakah minat belajar siswa meningkat dengan penggunaan tekhnologi/media pembelajaran?

4.      Apakah pembelajaran dimasa pandemic ini berpengaruh pada pencapaian prestasi siswa?

       Tujuan Penulisan Artikel.

              Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan artikel ini adalah menemukan metode pembelajaran yang dapat merangsang siswa untuk lebih aktif  dalam proses pembelajaran dimasa pandemic.

              Tujuan lain unutuk mendapatkan cara – cara lain yang dapat menunjang keberhasilan pendidik dalam kegiatan pembelajaran dimasa pandemic.

Mengingat kelangsungan belajar yang tidak dilakukan di sekolah berpotensi menimbulkan dampak negatif yang berkepanjangan.

 

       Manfaat Penulisan Artikel

      1.      Untuk Guru :

Agar bertambahnya ilmu pengetahuan ataupun wawasan – wawasan yang dapat mendorong tercapainya keberhasilan pembelajaran yaitu aktifnya siswa dalam proses pembelajaran dimasa pandemic.

      2.      Untuk Siswa :

       a)     Diharapkan keikutsertaan dan peran aktif pada pembelajaran Pendidikan Agama Kristen secara Daring maupun Luring

       b)     Dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

      3.      Untuk Pendidikan Agama Kristen :

Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kriten dapat mengubah sikap dan perilaku anak dimasa pandemic.

 

 

 

HIPOTESIS.

  Umumnya dalam proses pembelajaran siswa terlihat pasif dan tidak antusias menanggapi permasalahan yang dipaparkan oleh guru secara virtual. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu kemungkinan kurang menariknya metode pembelajaran, atau kurang dikenalinya materi yang disampaikan, media pembelajaran yang digunakan oleh guru tidak cocok, maupun jaringan internet yang kurang baik.

  Dalam rangka meningkatkan keaktifan dan hidupnya pembelajaran di dalam kelas memerlukan usaha – usaha yang mendalam.Diantaranya adalah dengan menggunakan metode –metode pembelajaran yang sekiranya dapat mendorong tujuan tersebut.

Berdasarkan uraian diatas maka hipotesis penulisan sebagai berikut:

“Meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Advent Amurang dalam kegitan belajar dimasa pandemic.”

 

            ALASAN MEMILIH TINDAKAN.

              Belajar dari suatu kegiatan yang disengaja untuk mengubah tingkah laku sehingga diperoleh pemahaman baru, sehingga kualitas perubahan sangat dipengaruhi oleh pendekatan guru dimana dalam prosesnya perlu diberikan motivasi agar kualitas perubahan itu menjadi baik.

              Dengan meningkatkan movitasi belajar, maka siswa akan lebih aktif dan giat serta antusias dalam mengikuti kegiatan belajar secara daring maupun luring. Dalam kegiatan belajar tidak hanya dituntut hasilnya secara kuantitatif tetapi juga kualitas perubahan sikap, perilaku dalam Proses Belajar Mengajar.

 

KAJIAN TEORI.

1.      Hakikat Pendidikan Agama Kristen.

Hakikat Pendidikan Agama Kristen adalah usaha yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan dalam rangka mengembangkan kemampuan pada siswa agar dengan pertolongan Roh Kudus dapat memahami dan menghayati kasih Allah di dalam Yesus Kristus yang dinyatakan dalam kehidupan sehari – hari, terhadap sesama dan lingkungan hidupnya. Terlebih lagi mengembalikan peta Allah yang telah hilang Ketika manusia jatuh kedalam dosa.

Berdasarkan pandangan tersebut dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Kristen merupakan salah satu bentuk usaha yang harus dilakukan secara terus menerus agar dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam kehidupan sehari – hari.

Menurut Tata Gereja, mengungkapkan bahwa “Pendidikan Agama Kristen adalah usaha untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan peserta didik agar dengan pertolongan Roh Kudus dapat memahami dan menghayati kasih Allah dalam Yesus Kristus, dinyatakan dalam kehidupan sehari – hari, terhadap sesama dan lingkungan hidupnya”. (Exodus, 2005 : 3)

Menurut seorang penulis Kristen Ellen G. White dalam buku Membina Pendidikan Sejati, halaman 13 “Adalah pekerjaan Pendidikan yang benar mengembangkan kekuatan ini, untuk mendidik orang-orang muda menjadi para ahli piker dan bukan hanya sekedar pemantul pikiran orang lain.

Dari definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Pendidikan Agama Kristen merupakan usaha dalam menumbuhkembangkan kemampuan siswa lewat tuntunan Roh Kudus agar dapat memahami Kasih Allah dalam Roh Kudus.

Jadi pusat dari Pendidikan Agama Kristen SMP ialah Yesus Kristus. Sumber dan pokok kegiatan Pendidikan Agama Kristen SMP dimanapun dan dalam kesempatan apapun adalah Yesus Kristus.Pendidikan Agama Kristen dilakukan dalam rangka pembinaan agar anak bertumbuh dan berkembang menjadi dewasa dalam imannya, dewasa dalam gereja dan dewasa dalam bermasyarakat.

Dewasa dalam iman dapat berarti : orang selalu memiliki hubungan erat dengan Tuhan, menyerahkan diri kepada Tuhan, bertobat dan percaya, bahwa iman berasal dari Allah. Dewasa dalam bergereja berarti : sebagai umat yang percaya harus memiliki keteguhan akan Yesus Kristus, dasar dan pegangan hidup mereka adalah Kristus, hidup dalam semangat persaudaraan dan saling mencintai. Dewasa dalam bermasyarakat berarti : sadar mewujudkan imannya dalam bermasyarakat, ikut serta mengembangkan masyarakat menjadi terang dan garam dunia, berani memberikan kesaksian iman dimana saja serta menjalankan karya kasih bagi sesame manusia.

2.      Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.

Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen bertujuan untuk memperkenalkan Allah, Bapa, Putera dan Roh Kudus dan karya – karyaNya serta menghasilkan manusia Indonesia yang mampu menghayati imannya secara bertanggungjawab di tengah masyarakat. Dan secara khusus bertujuan menanamkan nilai – nilai kristiani dalam kehidupan pribadi dan sosial sehingga siswa mampu menjadikan nilai kristiani sebagai acuan.

Berdasarkan tujuan tersebut, maka kompetensi dalam Pendidikan Agama Kristen di tingkat SMP hanya terbatas pada aspek nlai – nilai iman kristiani.Melalui penyajian kurikulum maka Pendidikan Agama Kristen diharapkan siswa mampu mengalami suatu proses transformasi nilai – nilai kehidupan berdasarkan iman kristiani yang dipelajari dalam Pendidikan Agama Kristen.

Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen bukan saja diberikan oleh gereja di dalam lingkungannya sendiri, tetapi juga di luar lingkungannya itu, yaitu di dalam lingkungan sekolah.Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di sekolah merupakan kesatuan yang utuh dengan pendidikan yang dterima baik di rumah maupun di keluarga, gereja dan masyarakat. Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen berpusat pada siswa artinya bahwa perkembangan, keberadaan, pergumulan, kebutuhan, kondisi kongkrit siswa yang seringkali berbeda – beda haruslah menjadi pertimbangan utama guru dalam merancang pembelajaran sehingga Pendidikan Agama Kristen benar – benarmenyentuh eksistensi guru, dan siswa mengalami perubahan baik secara kognitif, afektif maupun psikomotor, serta nilai – nilai dalam dirinya.

1.    Kejadian 12 : 1 – 3.

“Berfirmanlah Tuhan kepada Abram : pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah Bapamu ini ke negeri yang akan kutunjukkan kepadamu. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur, dan engkau akan menjadi berkat, Aku akan memberkati orang – orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang – orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat”.

2.    Yesaya 49 : 6.

“Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku – suku Yakub dan untuk mengembalikan orang – orang Israel yang masih terpelihara.Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa – bangsa supaya keselamatan yang daripada-Ku sampai ke ujung bumi”.

3.    Amsal 22 : 6.

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu”.

4.    Matius 28 : 19 – 20.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”.

5.    II Timotius 3 : 16.

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”.

3.      Meningkatkan Motivasi.

a.    Pengertian Motivasi.

Pengertian Motivasi adalah sebuah dorongan, hasrat atau pun minat yang begitu besar di dalam diri, untuk mencapai suatu keinginan, cita-citra dan tujuan tertentu. Adanya motivasi akan membuat individu berusaha sekuat tenaga untuk mencapai yang diinginkannya.(Salamadian.com)

Bisa disimpulakan bahwa Seseorang yang memiliki motivasi tinggi akan memberikan dampak yang baik bagi kehidupannya. Tingginya motivasi tersebut akan mengubah perilakunya, untuk menggapai cita-cita dan menjalani hidup dengan lebih baik.

b. Jenis-jenis Motivasi

  • Pertama adalah motivasi Internal, yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri setiap individu. Motivasi tersebut tumbuh dari dalam tanpa adanya pengararuh dari orang lain.
  • Kedua adalah motivasi eksternal. Kebalikannya dari motivasi internal, motivasi ekternal berasal dari luar individu itu sendiri. Artinya bahwa, motivasi ini timbul akibat adanya rangasangan atau pengaruh dari orang lain, maupun hal yang berasal dari luar dirinya.

c. Faktor yang mempengaruhi motivasi.

1.      Faktor Pemuas

·         Faktor pemuas atau disebut juga dengan satisfier merupakan faktor yang berasal dari dalam diri sendiri. Oleh karena itu faktor pemuas juga bisa disebut sebagai instrinsic motivation.

·         Adanya faktor pemuas akan mendorong setiap individu untuk selalu mendapatkan sebuah prestasi. Prestasi tersebut tentu mampu memberikan rasa puas tersendiri. Maka, hal-hal yang dapat mempengaruhi faktor pemuas adalah sebagai berikut:

(A). Achievement

Achievement atau prestasi akan menjadi dorongan utama seseorang untuk semangat dalam bekerja. Ia akan memberikan kualitas kerja yang baik, selalu berinovasi dan memberikan hasil yang memuasakan, sehingga mampu mencapai prestasi.

(B). Responbility

Selain prestasi ada juga responbility atau tanggung jawab. Setiap individu pastilah memiliki rasa tanggung jawab di dalam dirinya. Rasa tanggung jawab itulah yang dapat mendorong individu, untuk melakukan pekerjaannya sebaik mungkin.

(C). Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja merupakan teori yang dikembangkan dan berasal dari tingkat persamaan kepuasan. Teori ini mengemukakan bahwa, pribadi seseorang akan menentukan kepuasaan kerjanya sendiri.

2.      Faktor Pemelihara

Faktor pemelihara berasal dari luar individu, sehingga dapat disebut sebagai extrinsic motivation. Ekstrinsi motivasi dipengaruhi oleh individu lain atau pun hal lain yang di luar indiviu tersebut.

Cara membangkitkan motivasi belajar

a. Memberi Angka

Banyak siswa belajar yang utama justru untuk mencapai angka yang baik, sehingga biasanya yang dikejar itu adalah angka atau nilai. Oleh karena itu langkah yang dapat ditempuh guru adalah bagaimana cara memberi angka-angka dapat dikaitkan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap pengetahuan.
b. Meberi Hadiah

Hadiah dapat membangkitkan motivasi belajar seseorang jika ia memiliki harapan untuk memperolehnya, misalnya: seorang siswa tersebut mendapat beasiswa, maka kemungkinan siswa tersebut akan giat melakukan kegiatan belajar, dengan kata lain ia memiliki motivasi belajar agar dapat mempertahankan prestasi.
c. Hasrat Untuk Belajar

Hasil belajar akan lebih baik apabila pada siswa tersebut ada hasrat atau tekad untuk mempelajari sesuatu.
d. Mengetahui Hasil

Dengan mengetahui hasil belajar yang selama ini dikerjakan, maka akan bisa menunjukan motivasi siswa untuk belajar lebih giat, kerana hasil belajar merupakan feedback (umpan balik) bagi siswa untuk mengetahui kemampuan dalam belajar.
e. Memberikan Pujian

Pujian sebagai akibat dari pekerjaan yang diselesaikan denga baik, merupakan motivasi yang baik pula.

f. Menumbuhkan Minat Belajar

Siswa akan merasa senang dan aman dalam belajar apabila disertai dengan minat  belajar apabila disertai dengan minat belajar. Dan hai ini tak lepas dari minat siswa itu dalam bidang studi yang ditempuhnya.
g. Suasana yang Menyenangkan

Siswa akan merasa aman dan senag dalam belajar apabila disertai denga suasana yang menyenangkan baik proses belajar maupun situasi yang dapat menumbuhkan motivasi belajar

 

 

KESIMPULAN.

Berdasarkan hasil temuan dari beberapa artikel yang sudah dikutip oleh penyusun. Bisa disimpukan bahwa untuk MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VII SMP ADVENT AMURANG DI MASA PANDEMIC COVID-19

Guru perlu mempersiapakan diri dengan baik, harus bisa memotivasi peserta didik untuk belajar, perlu untuk memanfaat setiap media pemberlajaran yang tersedia, maupun perangkat teknologi yang kekinian, seperti gadget, laptop, dsb.

Jadi pada akhirnya bahwa perlu adanya komunikasi antara guru, orang tua, peserta didik dalam memotivasi kegiatan belajar peserta didik.

 

 

 

SARAN.

Penulis bersedia menerima saran dari pembaca sekalian. Semoga tulisan ini bermanfaat. Terima Kasih

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Alkitab, Lembaga Alkitab Indonesia 2011, Jakarta: LAI

Esti, Sri.1989. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Grafindo

Nasution. 1982. Teknologi Pendidikan. Bandung: Bumi Aksara

Priyitno, Elida. 1989. Motivasi Dalam Belajar. Jakarta: P2LPTK

Sardiman, A,M. 1990. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali.

White, Ellen. G. 2005. Membina Pendidikan Sejati; penerjemah, P.A Siboro; Bandung: Indonesia Publishing House

 

 

Senin, 02 November 2020

Rombel 39 PPG PAK IAKN AMBON 2020

 

Ini dibuat khusus untuk Rombel 39 PPG IAKN AMBON 2020. Jika ada kerinduan dari teman-teman Rombel 39 untuk membagikan dokumen-dokumen yang dimiliki, silakan join di grup Telegram kami

RPP PAK & BUDI PEKERTI KELAS 8 SEMESTER 1 (1)

 RPP merupakan perangkat yang sangat penting bagi seorang guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Tidak bisa dipungkiri bahwa sekarang ini banyak guru yang tidak dapat mempersiapkan diri dengan baik, sehingga RPP terkadang tidak sesuai dengan harapan. Berikut ini contoh RPP yang sudah saya buat.

PERLUNYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI MASA PENDEMIC COVID-19

    Latar Belakang Masalah.               Kegiatan belajar dari rumah terkadang membuat tingkat keaktifan siswa dalam proses belajar menja...