Latar Belakang Masalah.
Kegiatan belajar dari rumah
terkadang membuat tingkat keaktifan siswa dalam proses belajar menjadi rendah sehingga
sangat berpengaruh dalam kegiatan Proses Belajar Mengajar dan ini merupakan hal
yang sering ditemukan dan dialami dalam kegiatan belajar mengajar di masa
Pandemik Covid-19. Masalah tersebut merupakan hal yang akan
menghambat tercapainya suatu keberhasilan
dalam proses pembelajaran. Dengan kurang aktifnya siswa dalam Proses Belajar
Mengajar dapat mengakibatkan beberapa hal yang kemungkinan dapat merugikan
berbagai pihak. Bagi siswa sendiri, selain kurang terlatih dalam belajar secara
mandiri, juga dapat mengakibatkan
kejenuhan ketika dalam kegiatan belajar mengajar, atau bahkan mengakibatkan
kurangnya ilmu pengetahuan yang dapat ditransfer oleh siswa sendiri. Sementara
itu di lain pihak guru juga akan merasakan hal yang kurang baik, selain
merasakan keragu-raguan apakah materi yang diberikannya sudah cukup diterima
atau sebaliknya tidak dapat dimengerti oleh para siswa, juga hal lain, bagi
guru yang suka membutuhkan dorongan – dorongan, motivasi waktu menyampaikan
materi akan terhambat, sebab dorongan dari siswa sendiri tidak ada, guru akan
lebih termotivasi dalam kegiatan belajar secara daring maupun luring jika siswa
aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Jika masa Pandemik ini masih
berlanjut dalam waktu yang lama, tentunya akan sangat mempengaruhi keadaan
Pendidikan yang ada di negara ini. Kekuatiran akan keadaan peserta didik yang
berpikir masa bodoh akan meningkat, disisi yang lain ada guru yang kurang
memahami akan Teknologi Informasi dan Komunikasi tidak dapat berbuat lebih. Oleh
karena itu penanganan masalah ini sangat mendesak agar nilai pendidikan dapat
meningkat dimasa Pandemik Covid-19.
Untuk itu perlu memahami secara
cermat bahwa faktor penyebab terjadinya hal ini sangat banyak, maka perlu
mengadakan suatu penelitian dimana letak penghambat itu berada.
Hal utama yang harus dilakukan
adalah mengadakan penambahan metode pembelajaran atau mengadakan suatu
perubahan metode pembelajaran, misalnya dengan mencoba menggunakan metode
presentasi secara daring. Dengan menggunakan metode presentasi ini sangat
dirasakan akan lebih memicu dan memberikan rangsang terhadap siswa untuk aktif
karena akan adanya keterpaksaan yang muncul secara otomatis yaitu karena merasa
malu oleh siswa lain jika siswa tidak mampu untuk mempresentasikan materi
tersebut, atau siswa tersebut akan dipaksa untuk meningkatkan pengetahuan dan
kemampuan dalam menghadapi pertanyaan – pertanyaan yang diberikan oleh siswa
lain. Untuk kegiatan Presentasi secara Daring, guru bisa memanfaatkan media
informasi yang ada seperti Zoom Meeting, Google Meet, Microsoft Teams, WhatsApp
Grup, dan media lainnya yang tersedia.
Identifikasi
Masalah.
Dari hasil pengamatan selama
kegiatan belajar dimasa pandemic baik secara daring maupu luring, ternyata
begitu banyak permasalahan yang di temui, sebagaimana surat edaran Pemerintah
yang dikeluarkan pada tanggal 7 Agustur 2020 tentang Penyesuaian
Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19.
Kendala dari guru:
1.
Kesulitan mengelolah PJJ dan cenderung
fokus pada penuntasan Kurikulum
2.
Waktu pembelajaran berkurang sehingga guru
tidak mungkin memenuhi beban jam mengajar
3.
Guru kesulitan komunikasi dengan orang tua
sebagai mitra di rumah
4.
Akses ke sumber belajar (baik karena
masalah jangkauan listrik/internet) maupun dana untuk aksesnya
Kendala orang tua:
1.
Tidak semua orang tua mampu mendampingi
anak belajar di rumah karena ada tanggung jawab lainnya (kerja, urus rumah,
dsb)
2.
Kesulitan orang tua dalam memahami
pelajaran dan memotivasi anak saat mendampingi belajar di rumah
Kendala siswa:
1.
Siswa kesulitan konsentrasi belajar dari
rumah dan mengeluhkan beratnya penugasan soal dari guru
2.
Peningkatan rasa stress dan jenuh akibat
isolasi berkelanjutan berpotensi menimbulkan rasa cemas dan depresi bagi anak.
Pembatasan
Masalah.
Dari
sekian banyak permasalahan yang ada, dalam penulisan artikel penulis hanya
memfokuskan pada salah satu permsalahn saja, yaitu Peningkatan
rasa stress dan jenuh akibat isolasi berkelanjutan berpotensi menimbulkan rasa
cemas dan depresi bagi anak.
Rumusan
Masalah.
Pada
umumnya para siswa yang sudah berada pada tingkat SMP, khususnya kelas VIII
dapat lebih aktif dan agresif dalam pembelajaran dikarenakan tingkat kedewasaan
mereka sudah lebih tinggi jika dibanding dengan keadaan waktu berada di tingkat
Sekolah Dasar, akan tetapi pada kenyataannnya para siswa tidak dapat
menunjukkan sikap aktif dan agresif karena kegiatan pembelajaran tidak bisa
dilaksanakan di sekolah.
Permasalahan ini dapat dirumuskan
sebagai berikut :
1.
Apa
yang menjadi kendala siswa dalam kegiatan belajar di masa pandemic?
2.
Bagaimana
memotivasi siswa untuk terlibat aktif, agresif maupun kreatif dalam kegaitan
belajar dimasa pandemic?
3.
Apakah
minat belajar siswa meningkat dengan penggunaan tekhnologi/media pembelajaran?
4.
Apakah
pembelajaran dimasa pandemic ini berpengaruh pada pencapaian prestasi siswa?
Tujuan
Penulisan Artikel.
Tujuan yang ingin dicapai dalam
penulisan artikel ini adalah menemukan metode pembelajaran yang dapat
merangsang siswa untuk lebih aktif dalam
proses pembelajaran dimasa pandemic.
Tujuan lain unutuk mendapatkan
cara – cara lain yang dapat menunjang keberhasilan pendidik dalam kegiatan
pembelajaran dimasa pandemic.
Mengingat
kelangsungan belajar yang tidak dilakukan di sekolah berpotensi menimbulkan
dampak negatif yang berkepanjangan.
Manfaat Penulisan Artikel
1.
Untuk Guru :
Agar bertambahnya ilmu pengetahuan ataupun wawasan – wawasan
yang dapat mendorong tercapainya keberhasilan pembelajaran yaitu aktifnya siswa
dalam proses pembelajaran dimasa pandemic.
2.
Untuk Siswa :
a)
Diharapkan keikutsertaan dan peran
aktif pada pembelajaran Pendidikan Agama Kristen secara Daring maupun Luring
b)
Dapat meningkatkan hasil belajar
siswa.
3.
Untuk Pendidikan Agama Kristen :
Dalam
pembelajaran Pendidikan Agama Kriten dapat mengubah sikap dan perilaku anak
dimasa pandemic.
HIPOTESIS.
Umumnya dalam proses
pembelajaran siswa terlihat pasif dan tidak antusias menanggapi permasalahan
yang dipaparkan oleh guru secara virtual. Hal ini disebabkan oleh beberapa
faktor, yaitu kemungkinan kurang menariknya metode pembelajaran, atau kurang
dikenalinya materi yang disampaikan, media pembelajaran yang digunakan oleh
guru tidak cocok, maupun jaringan internet yang kurang baik.
Dalam rangka meningkatkan
keaktifan dan hidupnya pembelajaran di dalam kelas memerlukan usaha – usaha
yang mendalam.Diantaranya adalah dengan menggunakan metode –metode pembelajaran
yang sekiranya dapat mendorong tujuan tersebut.
Berdasarkan uraian diatas maka hipotesis penulisan sebagai
berikut:
“Meningkatkan
motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Advent Amurang dalam kegitan belajar
dimasa pandemic.”
ALASAN
MEMILIH TINDAKAN.
Belajar dari suatu kegiatan yang
disengaja untuk mengubah tingkah laku sehingga diperoleh pemahaman baru,
sehingga kualitas perubahan sangat dipengaruhi oleh pendekatan guru dimana
dalam prosesnya perlu diberikan motivasi agar kualitas perubahan itu menjadi
baik.
Dengan meningkatkan movitasi
belajar, maka siswa akan lebih aktif dan giat serta antusias dalam mengikuti
kegiatan belajar secara daring maupun luring. Dalam kegiatan belajar tidak
hanya dituntut hasilnya secara kuantitatif tetapi juga kualitas perubahan
sikap, perilaku dalam Proses Belajar Mengajar.
KAJIAN TEORI.
1.
Hakikat Pendidikan Agama Kristen.
Hakikat
Pendidikan Agama Kristen adalah usaha yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan
dalam rangka mengembangkan kemampuan pada siswa agar dengan pertolongan Roh
Kudus dapat memahami dan menghayati kasih Allah di dalam Yesus Kristus yang
dinyatakan dalam kehidupan sehari – hari, terhadap sesama dan lingkungan
hidupnya. Terlebih lagi mengembalikan peta Allah yang telah hilang Ketika
manusia jatuh kedalam dosa.
Berdasarkan
pandangan tersebut dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Kristen merupakan
salah satu bentuk usaha yang harus dilakukan secara terus menerus agar dapat
mengembangkan kemampuan siswa dalam kehidupan sehari – hari.
Menurut
Tata Gereja, mengungkapkan bahwa “Pendidikan Agama Kristen adalah usaha untuk
menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan peserta didik agar dengan pertolongan
Roh Kudus dapat memahami dan menghayati kasih Allah dalam Yesus Kristus,
dinyatakan dalam kehidupan sehari – hari, terhadap sesama dan lingkungan
hidupnya”. (Exodus, 2005 : 3)
Menurut
seorang penulis Kristen Ellen G. White dalam buku Membina Pendidikan Sejati,
halaman 13 “Adalah pekerjaan Pendidikan yang benar mengembangkan kekuatan ini,
untuk mendidik orang-orang muda menjadi para ahli piker dan bukan hanya sekedar
pemantul pikiran orang lain.
Dari
definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Pendidikan Agama Kristen
merupakan usaha dalam menumbuhkembangkan kemampuan siswa lewat tuntunan Roh
Kudus agar dapat memahami Kasih Allah dalam Roh Kudus.
Jadi
pusat dari Pendidikan Agama Kristen SMP ialah Yesus Kristus. Sumber dan pokok
kegiatan Pendidikan Agama Kristen SMP dimanapun dan dalam kesempatan apapun
adalah Yesus Kristus.Pendidikan Agama Kristen dilakukan dalam rangka pembinaan
agar anak bertumbuh dan berkembang menjadi dewasa dalam imannya, dewasa dalam
gereja dan dewasa dalam bermasyarakat.
Dewasa
dalam iman dapat berarti : orang selalu memiliki hubungan erat dengan Tuhan,
menyerahkan diri kepada Tuhan, bertobat dan percaya, bahwa iman berasal dari
Allah. Dewasa dalam bergereja berarti : sebagai umat yang percaya harus
memiliki keteguhan akan Yesus Kristus, dasar dan pegangan hidup mereka adalah
Kristus, hidup dalam semangat persaudaraan dan saling mencintai. Dewasa dalam
bermasyarakat berarti : sadar mewujudkan imannya dalam bermasyarakat, ikut
serta mengembangkan masyarakat menjadi terang dan garam dunia, berani
memberikan kesaksian iman dimana saja serta menjalankan karya kasih bagi sesame
manusia.
2.
Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.
Pembelajaran
Pendidikan Agama Kristen bertujuan untuk memperkenalkan Allah, Bapa, Putera dan
Roh Kudus dan karya – karyaNya serta menghasilkan manusia Indonesia yang mampu
menghayati imannya secara bertanggungjawab di tengah masyarakat. Dan secara
khusus bertujuan menanamkan nilai – nilai kristiani dalam kehidupan pribadi dan
sosial sehingga siswa mampu menjadikan nilai kristiani sebagai acuan.
Berdasarkan
tujuan tersebut, maka kompetensi dalam Pendidikan Agama Kristen di tingkat SMP
hanya terbatas pada aspek nlai – nilai iman kristiani.Melalui penyajian
kurikulum maka Pendidikan Agama Kristen diharapkan siswa mampu mengalami suatu
proses transformasi nilai – nilai kehidupan berdasarkan iman kristiani yang
dipelajari dalam Pendidikan Agama Kristen.
Pembelajaran
Pendidikan Agama Kristen bukan saja diberikan oleh gereja di dalam
lingkungannya sendiri, tetapi juga di luar lingkungannya itu, yaitu di dalam
lingkungan sekolah.Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di sekolah merupakan
kesatuan yang utuh dengan pendidikan yang dterima baik di rumah maupun di
keluarga, gereja dan masyarakat. Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen berpusat
pada siswa artinya bahwa perkembangan, keberadaan, pergumulan, kebutuhan,
kondisi kongkrit siswa yang seringkali berbeda – beda haruslah menjadi pertimbangan
utama guru dalam merancang pembelajaran sehingga Pendidikan Agama Kristen benar
– benarmenyentuh eksistensi guru, dan siswa mengalami perubahan baik secara
kognitif, afektif maupun psikomotor, serta nilai – nilai dalam dirinya.
1. Kejadian 12 : 1 – 3.
“Berfirmanlah Tuhan kepada Abram :
pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah Bapamu ini ke
negeri yang akan kutunjukkan kepadamu. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa
yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur, dan engkau akan
menjadi berkat, Aku akan memberkati orang – orang yang memberkati engkau, dan
mengutuk orang – orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi
akan mendapat berkat”.
2. Yesaya 49 : 6.
“Terlalu sedikit bagimu hanya untuk
menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku – suku Yakub dan untuk mengembalikan
orang – orang Israel yang masih terpelihara.Tetapi Aku akan membuat engkau
menjadi terang bagi bangsa – bangsa supaya keselamatan yang daripada-Ku sampai
ke ujung bumi”.
3. Amsal 22 : 6.
“Didiklah orang muda menurut jalan
yang patut baginya, maka pada masa tuanya ia tidak akan menyimpang daripada
jalan itu”.
4. Matius 28 : 19 – 20.
“Karena itu pergilah, jadikanlah
semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh
Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan
kepadamu. Dan ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir
zaman”.
5. II Timotius 3 : 16.
“Segala tulisan yang diilhamkan
Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk
mendidik orang dalam kebenaran”.
3. Meningkatkan
Motivasi.
a. Pengertian Motivasi.
Pengertian Motivasi adalah sebuah
dorongan, hasrat atau pun minat yang begitu besar di dalam diri, untuk mencapai
suatu keinginan, cita-citra dan tujuan tertentu. Adanya motivasi akan membuat
individu berusaha sekuat tenaga untuk mencapai yang
diinginkannya.(Salamadian.com)
Bisa disimpulakan bahwa Seseorang
yang memiliki motivasi tinggi akan memberikan dampak yang baik bagi
kehidupannya. Tingginya motivasi tersebut akan mengubah perilakunya, untuk
menggapai cita-cita dan menjalani hidup dengan lebih baik.
b. Jenis-jenis Motivasi
- Pertama
adalah motivasi Internal, yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri setiap
individu. Motivasi tersebut tumbuh dari dalam tanpa adanya pengararuh dari
orang lain.
- Kedua
adalah motivasi eksternal. Kebalikannya dari motivasi internal, motivasi
ekternal berasal dari luar individu itu sendiri. Artinya bahwa, motivasi
ini timbul akibat adanya rangasangan atau pengaruh dari orang lain, maupun
hal yang berasal dari luar dirinya.
c. Faktor yang mempengaruhi motivasi.
1.
Faktor Pemuas
·
Faktor pemuas atau disebut juga
dengan satisfier merupakan faktor yang berasal dari dalam diri
sendiri. Oleh karena itu faktor pemuas juga bisa disebut sebagai instrinsic
motivation.
·
Adanya faktor pemuas akan mendorong
setiap individu untuk selalu mendapatkan sebuah prestasi. Prestasi tersebut
tentu mampu memberikan rasa puas tersendiri. Maka, hal-hal yang dapat
mempengaruhi faktor pemuas adalah sebagai berikut:
(A).
Achievement
Achievement
atau prestasi akan menjadi dorongan utama seseorang untuk semangat dalam
bekerja. Ia akan memberikan kualitas kerja yang baik, selalu berinovasi dan
memberikan hasil yang memuasakan, sehingga mampu mencapai prestasi.
(B).
Responbility
Selain
prestasi ada juga responbility atau tanggung jawab. Setiap individu pastilah
memiliki rasa tanggung jawab di dalam dirinya. Rasa tanggung jawab itulah yang
dapat mendorong individu, untuk melakukan pekerjaannya sebaik mungkin.
(C).
Kepuasan Kerja
Kepuasan
kerja merupakan teori yang dikembangkan dan berasal dari tingkat persamaan
kepuasan. Teori ini mengemukakan bahwa, pribadi seseorang akan menentukan
kepuasaan kerjanya sendiri.
2. Faktor
Pemelihara
Faktor
pemelihara berasal dari luar individu, sehingga dapat disebut sebagai extrinsic
motivation. Ekstrinsi motivasi dipengaruhi oleh individu lain atau pun hal lain
yang di luar indiviu tersebut.
Cara
membangkitkan motivasi belajar
a. Memberi
Angka
Banyak siswa belajar
yang utama justru untuk mencapai angka yang baik, sehingga biasanya yang
dikejar itu adalah angka atau nilai. Oleh karena itu langkah yang dapat
ditempuh guru adalah bagaimana cara memberi angka-angka dapat dikaitkan dengan
nilai-nilai yang terkandung dalam setiap pengetahuan.
b. Meberi Hadiah
Hadiah dapat
membangkitkan motivasi belajar seseorang jika ia memiliki harapan untuk
memperolehnya, misalnya: seorang siswa tersebut mendapat beasiswa, maka
kemungkinan siswa tersebut akan giat melakukan kegiatan belajar, dengan kata
lain ia memiliki motivasi belajar agar dapat mempertahankan prestasi.
c. Hasrat Untuk Belajar
Hasil belajar akan lebih
baik apabila pada siswa tersebut ada hasrat atau tekad untuk mempelajari
sesuatu.
d. Mengetahui Hasil
Dengan mengetahui hasil
belajar yang selama ini dikerjakan, maka akan bisa menunjukan motivasi siswa
untuk belajar lebih giat, kerana hasil belajar merupakan feedback (umpan balik)
bagi siswa untuk mengetahui kemampuan dalam belajar.
e. Memberikan Pujian
Pujian sebagai akibat
dari pekerjaan yang diselesaikan denga baik, merupakan motivasi yang baik pula.
f. Menumbuhkan
Minat Belajar
Siswa akan merasa senang dan aman dalam belajar apabila
disertai dengan minat belajar apabila disertai dengan minat belajar. Dan
hai ini tak lepas dari minat siswa itu dalam bidang studi yang ditempuhnya.
g. Suasana yang Menyenangkan
Siswa akan merasa aman
dan senag dalam belajar apabila disertai denga suasana yang menyenangkan baik
proses belajar maupun situasi yang dapat menumbuhkan motivasi belajar
KESIMPULAN.
Berdasarkan hasil temuan dari
beberapa artikel yang sudah dikutip oleh penyusun. Bisa disimpukan bahwa untuk MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK
KELAS VII SMP ADVENT AMURANG DI MASA PANDEMIC COVID-19
Guru perlu mempersiapakan diri
dengan baik, harus bisa memotivasi peserta didik untuk belajar, perlu untuk
memanfaat setiap media pemberlajaran yang tersedia, maupun perangkat teknologi
yang kekinian, seperti gadget, laptop, dsb.
Jadi pada akhirnya bahwa perlu
adanya komunikasi antara guru, orang tua, peserta didik dalam memotivasi
kegiatan belajar peserta didik.
SARAN.
Penulis
bersedia menerima saran dari pembaca sekalian. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Terima Kasih
DAFTAR PUSTAKA
Alkitab, Lembaga Alkitab Indonesia 2011,
Jakarta: LAI
Esti, Sri.1989. Psikologi
Pendidikan. Jakarta: Grafindo
Nasution. 1982. Teknologi Pendidikan.
Bandung: Bumi Aksara
Priyitno, Elida. 1989. Motivasi Dalam
Belajar. Jakarta: P2LPTK
Sardiman, A,M. 1990. Interaksi dan
Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali.
White, Ellen. G. 2005. Membina Pendidikan
Sejati; penerjemah, P.A Siboro; Bandung: Indonesia Publishing House
Tidak ada komentar:
Posting Komentar